Tips Tidak Lelah Bekerja Untuk Guru Saat Tugas Bertumpuk, dari Kasudin Jakarta Barat Wilayah 2

Sahabat Rumah Belajar

Akhirnya, setelah beberapa kali tertunda, kesempatan untuk bertemu Bunda Subaedah, S.E. M.Si Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat kesampaian juga.

Dimotori oleh Mpok Hastuti, dari SMPN 105 dan sebagai Duta Rumah Belajar DKI Jakarta, beserta Mpok Anah, SMPN 89, Sahabat Rumah Belajar 2021, saya tiba di gedung walikota jam 10.51.

Kami diterima dengan hangat oleh Bunda Kasudin diruang kerjanya dan Mpok Hastuti memperkenalkan kami sebagai salah satu program dari Guru Berbagi, yaitu program PembaTIK 2021. Diperkenalkan bahwa PembaTIK tahun 2021, untuk wilayah DKI Jakarta terpilih 30 guru, dan dari Jakarta Barat ada 3. Berharap dengan komunitas yang ada, guru-guru dapat berbagi dalam skills dan knowledge dan meminta kesediaan dari Bunda Kasudin untuk menjadi KeyNote speaker bila ada kesempatan yang sesuai dengan schedule.

Pembicaraan berlanjut sampai kami membahas bagaimana terkadang seminar dan pelatihan menjadi beban baru bagi guru-guru yang hanya bertahan dengan materi yang sudah nyaman, namun menjadi ajang peningkatan kompetensi bagi guru-guru yang berminat untuk membuat susasana dalam pembelajaran mereka bermakna bagi murid-murid.

Bunda memberikan tips, yang diambil dari pengalaman hidup beliau, ketika pekerjaan sudah menumpuk, dan terlihat jauh dari kata selesai, ingat, dan sebutlah nama anak-anak kita yang berada di rumah. Doa kepada Tuhan YME merupakan yang paling pertama, dan kedua yang tidak kalah pentingnya adalah untuk siapa kita bekerja, Bukan untuk apa. Materi akan hilang dalam beberapa waktu, namun Tuhan, dan anak-anak akan selalu berada di sisi kita senantiasa. Sebutlah nama mereka, dan kekuatan itu akan selalu menyertai pekerjaan kita. Hal yang terakhir adalah mengenal dengan siapa kita bekerja. Karena bila kita bekerja hanya untuk menyelesaikan tugas, maka kita akan kehilangan waktu yang berharga, yaitu untuk mengenal siapa saja yang bekerja disamping kita.

Guru memang perlu di gugu dan di tiru, namun satu kata kunci yang ditambahkan Bunda Subaedah dalam perbincangan tadi adalah guru harus dapat menginspirasi. Bagaimana seorang guru dapat menginspirasi bila materi yang diajarkan kepada siswa tidak semenarik ketika siswa itu mencari sendiri melalui platform-platform yang mereka kenal ketika pandemic Covid memaksa murid belajar mandiri.

Oleh karena dorongan dan kesadaran ini, Sahabat Rumah Belajar berusaha untuk mewadahi agar kompentensi guru, setidaknya di Jakarta Barat Wilayah II, dapat saling berbagi.

Salam sukses dan maju bersama, Guru Indonesia, dimanapun berada.

Salam Rumah Belajar.


#sahabatrumahbelajar #dutarumahbelajar #pusdatinkemdikbud #guruberbagi #suaraedukasi #belajarasyikdiradio #pembaTIk2021 #pembaTIKDKI #pembaTIKDKI2021

Daftar Tugas Akhir Pembatik L4

 


Kegiatan PembaTIK 2021 hampir selesai.
Ini adalah awal dari bagaimana penulis bertindak sebagai guru harus membuat Materi Pengajaran yang Menarik dan Interaktif agar siswa dapat lebih memahami materi yang saya bawakan, dan sebisa mungkin berbagi kepada rekan-rekan guru keterampilan dalam menggunakan TIK.

Dalam seluruh kegiatan ini, beberapa hal yang sudah penulis lakukan adalah:

  1. Alamat Website: https://sulistiyonoeko.blogspot.com/
  2. Alamat Facebook: https://www.facebook.com/eksulistiyono
  3. Alamat Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCSRjBCINp4gKuZpmgWgZNbQ
  4. VLOG kearifan lokal: https://youtu.be/67ZSRTzHNcI
  5. Tulisan tentang sosialisasi Rumah belajar kepada siswa saat menampilkan VLOG kearifan lokal: https://sulistiyonoeko.blogspot.com/p/vlog1-mengenal-rumah-tradisional-betawi.html
  6. Tulisan tentang sosialisasi internal Rumah Belajar kepada rekan guru:   https://sulistiyonoeko.blogspot.com/2021/11/sosialisasi-rumah-belajar-di-smpk-ipeka.html
  7. Tulisan tentang PembaTIK L2 untuk sosialisasi program: https://sulistiyonoeko.blogspot.com/2021/10/
  8. Tulisan tentang PembaTIK untuk sosialisasi program: https://sulistiyonoeko.blogspot.com/p/sosialisasi-dengan-berkolaborasi.html
  9. Tulisan tentang fitur Augmented Reality yang dimiliki oleh Rumah Belajar:   https://sulistiyonoeko.blogspot.com/2021/11/asyiknya-mengenal-augmented-reality.html
  10. Tulisan tentang seluruh fitur yang dimiliki Rumah Belajar dengan Photo gallery: https://sulistiyonoeko.blogspot.com/p/rumah-belajar-belajar-di-rumah.html
  11. Tulisan kegiatan Kuliah Umum hari pertama: https://sulistiyonoeko.blogspot.com/p/kuliah-umum-pembatik-tahun-2021-hari.html
  12. Tulisan kegiatan Kuliah Umum hari kedua: https://sulistiyonoeko.blogspot.com/p/konten-adalah-raja-dan-tik-adalah.html

Semoga tulisan sederhana ini dapat memberikan manfaat, secara langsung ataupun tidak langsung terhadap guru-guru tanpa dibatasi oleh daerah dan waktu.


Salam Rumah Belajar. 
Belajar Di Mana Saja, Kapan Saja, Dengan Siapa Saja.

#pusdatin_kemdikbudristek, #pembatik2021, #rumahbelajar, #pusdatin_kemdikbudristek, #sahabatrumahbelajardkijakarta2021, #sahabatrumahbelajar2021

Sosialisasi Rumah Belajar di SMPK IPEKA INTEGRATED Christian School

Sesuai dengan judul, penulis mengucapkan terima kasih kepada Ms. Tjhin Lince, M.Pd., Ed.S. selaku Kepala Sekolah SMPK IPEKA INTEGRATED Christian School dan kepada rekan-rekan teman guru yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk mendengarkan paparan tentang Rumah Belajar.

Semoga materi yang disampaikan dapat memercikkan semangat para guru untuk menggunakan dan bahkan membuat konten untuk melengkapi materi di Rumah Belajar.

Sekedar mengingatkan kembali, fitur utama di rumah belajar adalah:

  1. Kelas Maya
  2. Sumber Belajar
  3. Laboratorium Maya
  4. Bank Soal
  5. Peta Budaya
  6. Buku Sekolah Elektronik
  7. Wahana Jelajah Angkasa
  8. Karya Bahasa dan Sastra
  9. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
  10. Blog Pena
  11. Edu Game
  12. Augmented Reality

Bila ada waktu lebih banyak, mari kita bahas tuntas fitur diatas, satu demi satu.


Salam Rumah Belajar. Belajar Di Mana Saja, Kapan Saja, Dengan Siapa Saja.

#pusdatin_kemdikbudristek 
#pembatik2021
#rumahbelajar
#pusdatin_kemdikbudristek
#sahabatrumahbelajardkijakarta2021
#sahabatrumahbelajar2021

Asyiknya Mengenal Augmented Reality dari Rumah Belajar

 


Mari Belajar, Sahabat Rumah Belajar.
Augmented Reality sebenarnya bukan materi baru, dikembangkan pada awal 1990 di Laboratorium Armstrong milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Konsep Realitas Bayangan (terjemahan ngawur penulis dari Mediated Reality) oleh Steve Mann pada tahun 1970 sebenarnya dimaksudkan agar seseorang dapat memiliki tampilan yang lebih baik dari apa yang disodorkan dunia komputer saat itu.

Saat ini, aplikasi AR, atau Augmented Reality sudah sangat banyak tersedia di platfom Android maupun iOS. Mulai dari permainan seperti "Pokemon Go", pelatihan untuk kedokteran seperti "Magic Loupe", bahkan merambah ke dunia marketing otomotif yang dilakukan oleh Harley Davidson.

Sepertinya untuk menempatkan Indonesia Maju 2045, KemDikBudRisTek juga tidak mau ketinggalan mengadopsi teknologi ini dalam pengajaran, maupun sumber belajar.

Seluruh guru dan murid di Indonesia dapat menggunakan fitur ini secara gratis. Bagaimana, tertarik? Sahabat Rumah Belajar dapat langsung cuuuus ke halaman ini: https://belajar.kemdikbud.go.id/augmented

Memang saat ini kontennya masih sedikit, namun saya yakin PusDaTin akan selalu menambahkan konten-konten menarik lainnya. 
Untuk melihat previewnya, sahabat bisa mengaksesnya dari sini.
https://belajar.kemdikbud.go.id/augmented




Ayo Belajar, 
Belajar Di Mana Saja, Kapan Saja, Dengan Siapa Saja. 

source:
1. https://belajar.kemdikbud.go.id/augmented
2. https://newsroom.clevelandclinic.org/2018/08/23/cleveland-clinic-creates-e-anatomy-with-virtual-reality/
3. https://www.unrealengine.com/en-US/spotlights/theia-interactive-s-harley-davidson-ar-experience-showcases-the-potential-of-real-time


Teachers Talk: Sosialisasi Rumah Belajar

 

Salam Sahabat Rumah Belajar.

Apa itu Rumah Belajar?

Bagaimana Rumah Belajar dapat membantu guru dalam mengajar dengan lebih asik?

Apa yang bisa digunakan orang tua untuk membantu anak belajar dari rumah?

Apakah siswa dapat belajar secara mandiri dengan kurikulum yang ada?

Apa lagi?
Apaaaa lagi?
Banyak be'eng. 

Hayuk kepoin aja bersama Sahabat Rumah Belajar DKI 2021. Jumat, 5 November 2021.

#sahabatrumahbelajardkijakarta2021 #pembatik2021 #rumahbelajar #pusdatin_kemdikbudristek

PEMBATIK 2021 - Level 2

 

Salam Guru Belajar

Pada Level 2, tugas yang harus diserahkan menjadi lebih menantang. Saat saya di level 1, saya berada pada gelombang 9, dimana tiap gelombangnya terdiri dari 2000 peserta. Sedangkan di Level 2 ini saya berada di gelombang 5.

Pelatihan yang berlangsung dari 09 Mei 2021 sampai 27 mei 2021 ini mengajarkan saya tentang:

  • Optimalisasi Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Abad 21
  • Penerapan Model Pembelajaran Memanfaatkan Rumah Belajar
  • Pemanfaatan TV Edukasi, Radio Suara Edukasi, dan M-Edukasi dalam Pembelajaran
  • Pengelolaan Kelas yang Mengintegrasikan TIK dalam Lingkungan Pembelajaran
  • Pembuatan Media Video Pembelajaran Berbasis TIK
Untuk tugas akhir, saya membuat video pembelajaran tentang Memahami & Mengenal Objek Lingkungan Pemrograman Visual dengan Aplikasi SCRATCH untuk Kelas VII - TIK.


Untuk mengakses file presentasi, bisa dilihat dari sini Google Slide Presentation

#sahabatrumahbelajar #dutarumahbelajar #pusdatinkemdikbud #guruberbagi #suaraedukasi #belajarasyikdiradio #pembaTIk2021 #pembaTIKDKI #pembaTIKDKI2021



MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

 Model Discovery Learning

Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan.

Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels

Sintak model Discovery Learning:

Pemberian rangsangan (stimulation). Guru mengajukan pertanyaan, menganjurkan membaca buku dan kegiatan lainnya, supaya peserta didik menimbulkan kebingungan dan keinginan untuk menyelidiki sendiri.

Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement). Peserta didik melakukan identifikasi dan membuat hipotesis.

Pengumpulan data (data collection). Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan. mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

Pengolahan data (data processing). Semua informasi hasil bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan, atau ditabulasi.

Pembuktian (verification). Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil pengolahan data.

Menarik simpulan/generalisasi (generalization). Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.

Model Pembelajaran Inkuiri

Model pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.

Sintak/tahap model inkuiri meliputi:

  • Orientasi masalah;
  • Pengumpulan data dan verifikasi;
  • Pengumpulan data melalui eksperimen;
  • Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi; dan
  • Analisis proses inkuiri.
  • Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
  • Model pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).

Sintak model Problem-based Learning menurut Arends (2012) yaitu:

  • Orientasi peserta didik pada masalah;
  • Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar;
  • Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok;
  • Mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan
  • Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Model Project Based Learning

Model Project-based Learning adalah model pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik dalam memecahkan masalah, dilakukan secara berkelompok/mandiri melalui tahapan ilmiah dengan batasan waktu tertentu yang dituangkan dalam sebuah produk untuk selanjutnya dipresentasikan kepada orang lain.

Sintak model Project-based Learning yaitu:

  • Pertanyaan Mendasar
  • Mendesain Perencanaan Produk
  • Menyusun Jadwal Pembuatan
  • Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek
  • Menguji Hasil
  • Evaluasi Pengalaman Belajar

Stimulasi pertanyaan dalam pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS untuk mendorong memunculkan pikiran-pikiran orisinal peserta didik, pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup:

  • Pertanyaan untuk memfokuskan perhatian atau kajian untuk diperdalam;
  • Pertanyaan untuk mendorong peserta didik berpikir menemukan alasan atau mengambil posisi pendapat;
  • Pertanyaan untuk mengklarifikasi suatu konsep dengan arah bisa merumuskan definisi yang jelas lewat memperbandingkan, menghubungkan, dan mencari perbedaan atas konsep-konsep yang ada;
  • Pertanyaan untuk mendorong munculnya gagasan-gagasan yang kreatif dan alternatif lewat imajinasi;
  • Pertanyaan untuk mendorong peserta didik mencari data dan fakta pendukung serta bukti-bukti untuk mengambil keputusan atau posisi;
  • Pertanyaan untuk mendorong peserta didik mengembangkan pikiran lebih jauh dan lebih mendalam, dengan mencoba mengaplikasikan sesuatu informasi pada berbagai kasus dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga memiliki lebih banyak argumentasi;
  • Pertanyaan untuk mengembangkan kemampuan mengaplikasikan aturan atau teori yang lebih umum pada kasus yang tengah dikaji.

Daftar Tulisan

Tips Tidak Lelah Bekerja Untuk Guru Saat Tugas Bertumpuk, dari Kasudin Jakarta Barat Wilayah 2

Sahabat Rumah Belajar Akhirnya, setelah beberapa kali tertunda, kesempatan untuk bertemu Bunda Subaedah, S.E. M.Si Kepala Suku Dinas Pendidi...